MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI ANAK SD

Senin, 26 November 2012
MAKALAH BIMBINGAN KONSELING
MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI
ANAK SEKOLAH DASAR
Makalah ini Disusun dalam rangka Menempuh Tugas



Oleh 
ALFIYATUL MUBAROKAH ( 11.1.01.10.0012 )
Pembimbing
NOVI NINTYA SANTI,S.Pd.,M.Psi.

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
Jalan KH. Achmad Dahlan 76   ( 0354 ) 771576 Kediri
Tahun 2011/2012

KATA PENGANTAR

Asslamualikum Warohmatullohi Wabarokatu
          Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala , karena atas berkat rahmat ,nikmat  serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah dengan judul “MAKALAH BIMBINGAN KONSELING MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI  PADA ANAK SEKOLAH DASAR’’ tanpa halangan yang berati.
          Penulisan makalah ini adalah bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik .Dalam penyusunan makalah ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan .Oleh karena itu penulis  mengucapkan terima kasih kepada :
Bapak Drs.H.Samari.SE.,MM . Selaku rector Universitas Nusantara PGRI Kediri
Ibu Novi Nintya Santi,S.Pd.,M.Psi.  Selaku dosen mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
Serta  semua anggota yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu
sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya .
          Penulis juga menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna . Oleh karena itu kami selaku penulis  mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk pembuatan karya tulis selanjutnya yang lebih baik lagi.
          Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami selaku penyusun dan bagi pembaca pada umumnya.
Wa’alaikum  Salam Warohmatulohi Wabarokatuh



Kediri ,    Juni  2012

       Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
     Peserta didik pada umumnya tentu perlu mendapat suatu bimbingan selain dari orang tua yaitu pihak sekolah guna membentuk karakter peserta didik . Namun antara satu individu satu dengan individu lain tentu memiliki bermacam-macam karakteristik masing-masing .Memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan individu lain.
    Oleh karena itu proses perkembangan yang dialami masing-masing peserta didik berbeda-beda dalam keadaan fisik,intelektual  ,kemampuan ,dan bahasanya . Pendidik hendaknya harus mampu memahami perbedaan – perbedaan karakter masing-masing anak didiknya .
     Pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak ,sehingga pembelajaran benar-benar dapat merubah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu,dari yang tidak bisa menjadi bisa dan dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik .Kondisi tersebut ,selama ini sedikit kurang diperhatikan oleh pendidik ,jadi kadang banyak peserta didik yang kurang memperhatikan dengan apa yang telah di ajarkan guru .
    Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan psikologis dan motorik  peserta didik ,diantaranya factor dalam diri individu dan factor dalam luar diri individu .

B.Rumusan Masalah
Mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa di Sekolah Dasar
Menjelaskan cara penyelesaian masalah yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa
Menjelaskan dampak-dampak yang timbul akibat permasalahan yang dihadapi
Memberikan solusi dan penanganan yang tepat sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi.
Mengevaluasi dan menindak lanjuti berdasarkan permasalahan yang ada

C.Tujuan
Mengetahui masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa Sekolah Dasar
Memberikan solusi yang tepat dan mengetahui bagaimana cara penyelesaiannya
Mengidentifikasi perkembangan belajar pada diri peserta didik
Menjelaskan dampak negatif yang timbul apabila permasalahan tersebut tidak bisa diatasi,dan juga dampak positif yang timbul apabila permasalahan tersebut bisa diatasi
Bisa mengetahui beragam permasalahan pada siswa dan beragam permasalahan tersebut dapat teratasi















BAB II
PEMBAHASAN

A.Identifikasi Masalah
  1. Identifikasi Siswa
Nama    : Bagus Bayu Mahendra
Jenis Kelamin : Laki- Laki
Sekolah : SDN 2 Ngebong
Kelas       : 5
Tempat Tanggal Lahir : Tulungagung ,15 Januari 2001
Umur      : 11 Tahun
Agama    : Islam
Berat       : 30 Kg
Tinggi      :  90 cm

2.Identitas Orang Tua
Nama   Ayah  :  Agus Sutomo
Pendidikan     : SLTA
Pekerjaan       : Wiraswasta
Penghasilan / bulan   :  ± 1.000.000,00


Nama Ibu   : Widyastuti
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan  : TKW
Penghasilan /bulan    : ± 5.000.000,00

  Bagus adalah siswa teladan di sekolahnya .Dari kelas satu SD sampai sekarang kelas 5 SD dia selalu mendapat juara , dia juga selalu aktif dalam pembelajaran di kelasnya,dia rajin bertanya apabila apa yang telah dijelaskan oleh guru tidak dimengerti .
   Dia juga tidak pelit jika ada temannya yang kesusahan dalam belajar Bagus selalu membantunya . Menurut temannya pun meskipun Bagus termasuk siswa teladan dan pandai namun Bagus tidak sombong,karena dia mudah bergaul dengan teman-temannya.
  Bagus sampai dihafali guru-guru karena keramahan dan kepandaiannya . Bagus juga selalu mendapat perhatian dari guru karena dia pandai mencuri perhatian guru dengan selalu menjawap setiap pertanyaan / soal yang telah diberikan guru .Bagus juga selalu bertanya jika iya merasa kesulitan dalam belajarnya .
  Bagus juga tangkas dan cepat dalam mengerjakan tugas di sekolah ataupun pekerjaan rumah .Bagus selalu aktif melaksanakan kegiatan pembelajaran ,tak pernah mengeluh,dan juga pandai membagi waktu antara waktu yang digunakan untuk belajar dan waktu bergurau dengan teman-temannya .Guru-guru selalu memuji keberanian Bagus,keramahan dan kepandaiannya yang selalu meningkat dari hari ke hari .
  Semangat belajar Bagus sangatlah tinggi , oleh sebab itu  apa yang telah iya kerjakan sama hasilnya dengan prestasi yang diraihnya . Kedua orang tua Bagus juga selalu mendukung dan selalu memperhatikan Bagus saat belajar dirumah,ataupun di sekolah kedua orang tuanya selalu memantau.Kedua orang tua Bagus selalu bergantian jika ayahnya sibuk bekerja ,ibunya lah yang memperhatikan perkembangan belajarnya .
  Beberapa minggu terakhir sifat Bagus berubah . Beberapa kali sering tidak masuk tanpa alasan.Ketika Bagus mulai masuk dikelas sifatnya pun berubah. Bagus cenderung tidak memperhatikan pelajaran malah asyik ngobrol dengan temannya, Bagus juga jadi jarang aktif di kelasnya ,tidak pernah menjawap pertanyaan yang diberikan guru , dan seakan acuh terhadap pelajaran .
  Bagus juga tidak pernah bertanya kepada guru setelah guru menjelaskan materi .Bagus tidak pernah mengerjakan tugas ,dan ketika gurunya bertanya mengapa tidak dikerjakan alasan Bagus  adalah lupa . Bagus mulai lamban mengerjakan tugas disekolah ,pada saat ulangan pun nilainya cenderung menurun .
  Perubahan sifat bagus secara drastis membuat Ibu Latifah selaku wali kelas ( guru kelas 5 ) menjadi bertanya - Tanya . Apakah yang menyebabkan sifat Bagus si murid teladan di kelas 5 SDN 2 Ngebong menjadi berubah terbalik. Dan berubahya tidak kearah positif melainkan kearah negative .
  Bu Latifah pun mengadakan pengamatan bersama dengan guru lain tentang perubahan sifat Bagus . Pengamatan sementara dilakukan dengan bertanya kepada teman – teman Bagus ,mengenai perubaghan sifat Bagus . Juga dilakukan dengan memperhatikan perubahan-perubahan sifat bagus .
   Kemudian Bu Latifah melaksanakan evaluasi sesuai masalah yang dialami Bagus yang terlihat . Dan seterusnya dapat diperkirakan sifat dan jenis masalah yang telah dihadapi Bagus .
  Dalam pengamatan terlihat Bagus lebih asyik mengobrol dengan temannya ,disbanding mendengarkan materi yang di jelaskan oleh guru  , maka dapat diperkirakan perubahan sifat drastic Bagus adalah  “  Pengaruh buruk dari teman sekitar  ” . Bagus harus mendapatkan bimbingan khusus guna mengetahui masalah yang telah dialami Bagus .  
  Perkiraan penyebab masalah yang timbul pada diri Bagus tersebut selanjutkan akan diuraikan / dalam penetapan masalah yang timbul pada diri Bagus dalam diagnosis .
  




B.Diagnosis Terhadap Kasus Bagus
      Setelah melakukan Identifikasi masalah,langkah selanjutnya adalah langkah diagnosis yaitu penetapan masalah .Dalam langkah ini Bu Latifah melakukan pengumpulan informasi yang bersumber dari orang tua Bagus,Saudara Bagus,tetangga Bagus,teman-teman dekat Bagus,serta guru yang bersangkutan .Dari informasi yang telah didapatkan , Bagus tampaknya terlihat seperti putus harapan sehingga dia berbuat semaunya,sepertinya dia mencari perhatian yang lain.
     Dari informasi yang yang didapat dari salah satu tetangga Bagus,ternyata kedua orang tua Bagus mulai kurang harmonis,dimulai dari Ibunya yang akan kembali lagi menjadi TKW,dan berangkat ke luar negri,kedua orang tuanya sering bertengkar ,yang paling parah kedua orang tua bagus saat bertengkar hebat selalu di depan Bagus.Dan kedua orang tua Bagus sepertinya akan bercerai .
    Berdasarkan analisis ,kemudian ditetapkan jenis masalah ,bentuk masalah yang tengah dihadapi Bagus adalah dikarenakan mngetahui kedua orang tuanya selslu bertengkar dihadapannya,dan akan segera bercerai .Oleh sebab itu sifat Bagus disekolah jadi berubah ke araf negative .
    Setelah menganalisis masalah yang dihadapi Bagus, perubahan sifat buruknya juga disebabkan oleh beberapa hal lain antara lain factor internal dan eksternal :
        Faktor Internal
Emosi kurang terkendali
Belajar berkurang karena kurang diperhatikan
Merasa ingin lebih diperhatikan lagi oleh kedua orang tuanya
Kurang menghargai guru mengajar ( kurang memperhatikan pelajaran )
       Faktor Eksternal
Lingkungan belajar siswa ( keluarga ) .Kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan belajar anak,kurangnya dukungan,motivasi
Kedua orang tua terlalu sibuk mementingkan pekerjaan masing-masing
Orang tua terlalu sering bertengkar di depan anaknya langsung


C. Prognosis
     Setelah melakukan diagnosis ,pihak sekolah melalui wali kelas melakukan beberapa hal :
Pemberian bimbingan secara khusus guna penyelesaian ,solusi terhadap kasus Bagus
Pemberian motivasi ,dukungan dan arahan positif 
Bekerja sama dengan orang tua siswa   
Berkomunikasi dengan orang tua siswa guna penyelesaian masalah 
  
     Beberapa kemungkinan apabila masalah-masalah yang dihadapi siswa bias diselesaikan  :
Siswa akan kembali mempunyai semangat belajar yang tinggi
Prestasi siswa akan tetap bias bertahan dan bias terus meningkat
Kemampuan bakat siswa akan semakin berkembang
Pandangan siswa tentang masa ke depannya akan lebih cerah
Hubungan keluarganya akan kembali harmonis

       Adapun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi apabila masalah yang dihadapi siswa tidak bias diselesaikan  :
Semangat belajar siswa akan semakin menurun dan semakin memburuk
Prestasi siswa akan semakin menurun
Siswa akan semakin terpuruk dan akan menjadi siswa yang berperilaku negatif 
 Kemampuan bakat siswa akan terpendam dan tidak bisa berkembang
Siswa tidak akan punya pandangan ke depan untuk masa depannya ( cita-cita )
Hubungan siswa dengan kedua orang tuanya akan semakin memburuk




D.Alih Tangan Kasus Bagus
Dari jenis masalah yang sedang dihadapi Bagus ,pihak sekolah belum melakukan alih tangan  khusus,mengingat kasus tersebut juga menyangkut urusan rumah tangga keluarga Bagus,pihak sekolah maupun guru ,hanya memberi solusi ,bimbingan ,arahan positif kepada pihak orang tua maupun kepada Bagus ,guna mengembalikan semangat belajar Bagus yang tinggi . 
E.Bimbingan untuk Mengatasi Menurunnya semangat belajar yang dihadapi Bagus
Adapun bimbingan yang dapat diberikan kepada siswa untuk mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1.Bimbingan individu ,Pihak guru dan orang tua hendaknya mampu :
Menanamkan keyakinan kepada siswa agar tetap semangat dalam belajar meskipun siswa  menghadapi  suatu masalah yang berat.
Memberi pengertian kepada siswa untuk mengatur kegiatannya di rumah ataupun di sekolah , jangan sampai kegiatan bermain mengganggu tugas utama sebagai siswa yaitu belajar .
Mengingatkan kepada siswa bahwa suatu kemampuan belajar haruslah dikembangkan , dan memotivasi siswa agar mengoptimalkan belajar sehingga prestasi tidak akan menurun ,  dan kemungkinan prestasi akan bisa terus dipertahankan juga semakin meningkat
Mengusahakan siswa untuk sering bertemu dan belajar bersama dengan orang yang dipercaya dan mengerti keadaan siswa , dan interaksi social siswa tidak akan terpuruk serta berkembang secara teratur .
Mengusahakan siswa untuk bisa terbuka kepada orang tua ataupun guru pembimbing agar jika siswa mengalami masalah maka gugu pembimbing bias maupun orang tua  memberi solusi
 Menciptakan kedisiplinan kepada anak ,orang tua atau pun guru pembimbing dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan .


2.Kerjasama dengan orang tua juga sebaiknya mampu memberikan perannya dalam hal-hal berikut :
Orang tua hendaknya memberikan perhatian yang penuh kepada siswa, agar dapat menambah semangat siswa,untuk belajar lebih baik lagi ,meskipun keadaan orang tua kurang harmonis
Orang tua hendaknya memberikan semangat kepada siswa agar selalu giat belajar
Orang tua harus selalu mengingatkan kepada siswa untuk memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar
Orang tua hendaknya memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa sehari-hari di rumah ataupun di sekolah dan memantau secara langsung kegiatan siswa sehari-hari
Sebaiknya orang tua menanyakan kepada siswa tentang pelajarannya,prestasinya dan berbagai masalah yang di hadapi siswa di sekolah,jadi orang tua harus selalu memantau kegiatan siswa ,berada di samping siswa
Orang tua hendaknya menciptakan suasana belajar yang kondusif,memenuhi kebutuhan sarana belajar siswamemberika perhatian  dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar
3.Kerjasama dengan guru
Guru hendaknya melakukan pendekatan-pendekatan kepada siswa dan memberi motivasi siswa untuk terus belajar ,dan mempertahankan prestasinya
Guru sebaiknya bertanya langsung kepada siswa guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya , hendaknya mencari situasi yang tepat untuk berkomunikasi secara terbuka dengan siswa,setelah itu ajak anak untuk mengungkapkan penyebab iya malas belajar .
Guru hendaknya member perhatian yang khusus kepada siswa guna keberhasilan siswa dalam belajar ,dan melakukan bimbingan dalam bentuk tambahan waktu belajar
Guru seharusnya melakukan hubungan kerjasama yang baik dengan orang tua ,dan melaporkan kepada orang tua tentang perkembangan siswa dalam belajar
Guru hendaknya menegakkan kedisiplinan kepada siswa,bilamana siswa melakukan suatu pelanggaran saat belajar dan siswa meninggalkan kesepakatan yang telah disepakati,apabila siswa melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik,untuk mengalihkannya gunakan konsekuensi logis yang yang dapat diterima oleh akal pikiran siswa

F . Kegiatan Tindak Lanjut
Dalam upaya memberikan layanan terhadap Bagus dan siswa lain yang juga mengalami penurunan dalam belajar ,penulis merekomendasikan pihak sekolah untuk melakukan beberapa kegiatan diantaranya :
1.Memberikan motivasi Intrinsik dan ekstrinsik
Motivasi Intrinsik
Motivasi yang dimaksud adalah pemberian dorongan yang berasal dari dalam diri individu dan  guru memberikan  dorongan untuk siswa belajar .Karena  motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif karena motivasi intrinsic relative lebih lama dan tidak akan tergantung pada motivasi dari luar .
Guru memberikan dorongan kepada siswa yang bersumber pada diri individu untuk lebih maju ,lebih kreatif dan bersifat positif dalam menghadapi suatu masalah.

Motivasi Ekstrinsik
Adalah faaktor yang dating dari luar diri individu tetepi member pengaruh terhadap kemauan belajar siswa .Seperti pujian,peraturan ,tata tertib,teladan guru,orang tua .
Jadi guru memberikan dorongan spiritual kepada siswa ,berupa memberi pujian kepada siswa,memberi tata tertib, menciptakan kedisiplinandi sekolah ataupun di rumah  , guru memberi contoh teladan yang baik kepada siswanya,dengan begitu siswa tidak akan berbuat melanggar peraturan dalam kegiatan pembelajaran,siswapun akan merasa nyaman,tanpa beban dan masalah .



2.Diadakan seminar yang bertemakan tentang “ PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ” yang dalam kegiatan seminar tersebut menjelaskan bagi orang tua dan siswa Pendidikan merupakan tanggung jawap bersama antara keluarga dan sekolah,masyarakat, pemerintah . Orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab pihak sekolah semata .Seminar tersebut akan membahas tentang peran orang tua dan pihak sekolah dalam pendidikan.Orang tualah sebenarnya yang berperan penting dalam kesuksesan pendidikan anak,dimana orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama  karena sebagian kehidupan anak dalam keluarga. Sehingga orang tua berperan pendidik bagi anak,karena pendidikan yang paling banyak diterima adalah dalam keluarga .
3.  Pihak sekolah hendaknya menyediakan guru pembimbing khusus guna mengatasi kasus Bagus ataupun kasus Perkembengan belajar lainnya . Mungkin dengan adanya guru pembimbing khusus siswa akan dengan mudah menceritakan setiap masalah Belajar nya kepada guru pembimbing,dengan begitu gugu pembimbing akan memberi solusi langsung kepada siswa untuk menyelesaiakan masalahnya tanpa harus siswa berbuat semaunya sendiri karena merasa patah semangat dan putus harapan dengan mengahadapi berbagai  masalah yang dihadapi .










BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Dari semua uraian yang telah dibahas ,maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar ,tidak hanya didukung dari pihak sekolah saja ,namun orang tua juga berperan penting dalam perkembangan belajar siswa.Orang tua dan pihak sekolah harus sama-sama mendukung proses pembelajaran siswa guna membentuk karakter siswa.Anak Sekolah Dasar pada umumnya masih banyak memerlukan dukungan, bimbingan, arahan,perhatian  dari orang tua untuk memotivasi belajarnya ,bukan hanya dari pihak sekolah saja.
Dan pada dasarnya bimbingan atau arahan merupakan proses memberikan bantuan kepada pihak siswa agar ia sebagai pribadi memiliki pemahaman akan diri sendiri dan sekitarnya,yang selanjutnya dapat diambil keputusan untuk melangkah maju guna menolong diri sendiri dalam menghadapi berbagai masalah .Dimana bimbingan dan pendidikan anak usia dini sangatlah dibutuhkan guna membentuk karakter dasar siswa .

B.Saran
1.Bagi Sekolah
Diharapkan pihak sekolah memperhatikan masing – masing siswanya,khususnya siswa yang terlibat dalam masalah
Pihak sekolah diharapkan tidak hanya menjadi fasilitator bagi siswa namun juga sebagai motivator
Diharapkan ada kerjasama ,komunikasi yang terus berjalan antara sekolah dengan wali murid
Diharapkan pihak sekolah dapat mengetahui perkembangan belajar masing-masing siswanya ,khususnya siswa yang terlibat dalam masalah sehingga tidak akan membuat siswanya mengurangi semangat belajar

2.Bagi Orang Tua
Sebaiknya orang tua banyak meluangkan waktu untuk memperhatikan perkembangan belajar anaknya di sekolah ataupun di rumah
Hendaknya orang tua jangan sampai bertengkar di depan anak ,karena itu akan semakin membuat anak terpuruk,merasa menyerah,kurang diperhatikan,putus harapan
Orang tua hendaknya memberikan keleluasan kepada anak untuk menentukan pilihannya,namun dalam pengawasan orang tua
Selalu memberikan motivasi,semangat rarahan-arahan yang mengarah pada hal positif
Orang tua seharusnya bekerja sama dengan sekolah,agar saat anak merasa terpuruk karena orang tua ,orang tua dapat meminta sekolah untuk memotivasi anak ,memberi semangat,agar hal tersebut tidak sampai mengurangi semngat belajarnya.
Orang tua seharusnya menjadi tempat bersandar anak,berbagi keluh kesah ,memberi perhatian,sehingga anak akan merasa nyaman untuk menceritakan masalah yang dihadapi














DAFTAR PUSTAKA

Nintya Sari,Novi. 2012. Perkembangan Peserta Didik .Kediri.Universitas Nusantara PGRI Kediri
Laila,Alfi .2011.Pengantar Pendidikan. Kediri.Universitas Nusantara PGRI  Kediri


















LAMPIRAN
PROTOKOL WAWANCARA
Pewawancara     : Alfiyatul Mubarokah
Diwawancara      : Ibu Latifah ( Wali Kelas 5 )
Tempat                : SDN 2 Ngebong
Tujuan                  : Menggali informasi tentang menurunnya semangat belajar anak
Butir-Butir Pertanyaan :
1.Selama pembelajaran di kelas yang igu ajarkan,apakah terdapat siswa yang mengalami penurunan belajar ?
2.Bagaimana Penurunan semangat belajar yang siswa alami ?
3.Bagaimana motivasi siswa ini dalam belajar ?
4.Temuan-temuan apa yang ibu rasakan dalam mengahadapi siswa ini ?
5.Bagaimana dengan hasil belajar yang diperoleh siswa ?
6.Apakah masalah ini mengalami masalah dalam perkembangan belajarnya ?
7.Bagaimana latar belakang keluarga siswa ?
8.Bagaimanakah tindakan yang Ibu lakukan sebagai pihak sekolah ?
9.Apa saja tindakan yang Ibu lakukan untuk mengatasi masalah siswa tersebut sebagai pihak sekolah ?

0 komentar:

Poskan Komentar